Monday, July 14, 2014

Pergilah


di setiap sudut senyum ini
punya bisu
pada segalanya tentang kamu
dan cinta yang pernah kau bisik padaku ; selalu
sunyinya
      memamah tiap sendiku

biarkanku pergi, sayang
biarku
noda jalan yang kau suka
melintang susur arus yang kau puja
sampai cinta ini tersisa
     sampai kasih ini tersia
biarku terdiam sendiri
sampai cuma kau ketemu
saat hilang belai di pipi
waktu tinggal bibir di jari
kerna aku sudah mati
saat tiada lagi aku disisi

kau, yang tiada ku simpan di hati

Tiada Lagi Rindu Pada Sujud


saat perempuan itu kalah
laki laki itu seringkali menang dengan ketamakannya
dilupa kebijaksanaannya
sampai langit menangis
mengganti manusia
yang sudah lama kering air matanya

saat perempuan itu hilang
laki laki itu sering ada dengan keinginannya
pada setiap inci kehilangan
sampai bumi menangis
memerhati manusia
yang sudah lama sakit jiwanya

Saat kita itu telah mati
dan sujud sudah tiada lagi
rindu akan menangis
kerna disalahguna
pada dunia
dan sejengkal kemaluan kita

Saturday, July 12, 2014

Saat semuanya kabur, akan punya Satu yang terang

Embun ini seakan menghiris
Pada tali tali di antara
Memori yang terikat pada langit
Sampai aku merasa semuanya akan jatuh
Satu persatu melemaskanku
Di bawahnya

Saturday, July 5, 2014

Dunya


berdua, dalam gerimis
yang selalu muncul tiba - tiba dibawa angin
seiring hela nafasmu
dalam setiap keberadaan

dan diantaranya punya kemanusiaan
yang sekian lama hilang
di dalam keinginanmu
dan titis - titis ketakutanku

Tuesday, July 1, 2014

Hidup


Apa saja yang kita lalui, punya maknanya. 
Ia sama ada menghidupkan kita, atau mematikan kita 


cuma agar kita lebih kenal maknanya hidup.