Monday, September 10, 2012

Keliru si Bayang


Satu - satu jalan terpisah
dari menghubungkan angan - angan muda ini
dengan realiti yang kelihatan perit sekali.

Mundar - mandir kekeliruan ini
mengaburi jelasnya esok.

Aku pernah membentak lisan
Betulkah apa ini yang kau ingin?
Benarkah apa ini yang kau idam?
Segalanya terus sepi
Bagai aku cuma bayang
Yang membutakan impian itu

Jalan kekeliruan ini akan bangkit
Menabur ribuan janji
Menjelas jutaan panji
Walau celiknya tiada arti.

Itu jalanmu
Ya, aku cuma tembok
Yang mampu mengeluh.

Itu haluanmu
Jangan tangisi pemergianku.


3 comments:

Fel said...

Jangan terus jadi bayang, jadi terang untuk yang lain. :)

ghost writer said...

mungkin dia tak akan tangisi, cuma dia akan bertanya suatu hari nanti untuk apa kamu pergi..

Haikal Blank said...

aku sendiri punya bayang yang sentiasa memerhati.